CES 2026: Layar Foldable Samsung Tanpa Crease
Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), pasar smartphone foldable global diproyeksikan tumbuh 30% year-over-year pada 2026, menandai momentum signifikan untuk industri perangkat lipat. Di tengah proyeksi pertumbuhan ini, Samsung Display mencuri perhatian di Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memamerkan teknologi layar foldable revolusioner yang hampir menghilangkan masalah lipatan yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna perangkat lipat.
Salah satu masalah terbesar smartphone foldable sejak generasi pertama adalah adanya lipatan atau crease yang terlihat jelas di tengah layar saat dibuka. Lipatan ini tidak hanya mengganggu secara estetika, tetapi juga mempengaruhi pengalaman visual saat menonton video, membaca dokumen, atau bermain game. Samsung Display kini mengklaim telah mengatasi masalah tersebut dengan panel OLED foldable baru yang tampak benar-benar tanpa crease yang terlihat.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan informasi lengkap tentang teknologi display terbaru Samsung, analisis pasar foldable smartphone 2026, dan bagaimana inovasi ini dapat mengubah industri perangkat mobile. Panduan ini dilengkapi dengan data terverifikasi dari sumber industri terpercaya untuk memberikan Anda perspektif yang akurat dan mendalam.
Teknologi Creaseless Display Samsung: Apa yang Berbeda?

Samsung Display memamerkan panel OLED foldable baru di CES 2026 yang tampak benar-benar bebas crease, dengan perbedaan yang langsung terlihat ketika ditempatkan di samping display Galaxy Z Fold 7. Inovasi ini bukan sekadar perbaikan inkremental, melainkan lompatan teknologi yang signifikan dalam desain layar foldable.
Teknologi kunci di balik pencapaian ini adalah penggunaan metal plate berlubang laser di balik panel OLED. Laporan menyebutkan bahwa panel OLED baru menggunakan metal display plate yang dibor dengan laser untuk membantu mendistribusikan tekanan yang tercipta saat layar dilipat, sehingga memudahkan panel untuk menekuk tanpa membentuk crease yang terlihat. Desain ini secara fundamental mengubah cara layar menangani stress mekanis selama proses lipat.
Samsung Display bahkan membuat area “crease test” khusus di booth mereka, menempatkan dua panel secara berdampingan untuk demonstrasi langsung. Perbedaannya sangat mencolok: sementara layar Fold 7 masih menunjukkan crease yang terlihat pada sudut tertentu, panel baru ini mengklaim memberikan “seamless text across the fold” – teks yang mulus melintasi area lipatan.
Keunggulan Teknologi Baru:
- Distribusi Stress Optimal: Metal plate berlubang laser mendistribusikan tekanan secara merata saat lipat
- Kualitas Visual Konsisten: Tidak ada distorsi warna atau brightness di area lipatan
- Pengalaman Seamless: Membaca dan menonton konten tanpa gangguan visual di tengah layar
- Under-Display Camera: Panel ini juga diharapkan mengimplementasikan teknologi under-display camera
- Viewing Angle Lebih Baik: Tampilan lebih konsisten dari berbagai sudut pandang
Meskipun masih dilabeli sebagai “konsep R&D” oleh Samsung, produk tersebut terlihat sudah siap produksi berdasarkan demo di CES, mengindikasikan bahwa teknologi ini mungkin akan segera dikomersialkan dalam perangkat konsumen.
Proyeksi Pasar Foldable Smartphone 2026: Data dan Tren

Industri smartphone foldable mengalami titik balik penting di tahun 2026. IDC memproyeksikan shipment smartphone foldable global akan tumbuh 10% year-over-year pada 2025 menjadi 20,6 juta unit, kemudian melonjak 30% pada 2026. Pertumbuhan eksponensial ini didorong oleh beberapa faktor kunci yang konvergen pada tahun ini.
Nabila Popal, Senior Research Director IDC’s Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, menyatakan bahwa tahun depan akan menjadi periode yang menarik untuk kategori foldable dengan berbagai peluncuran yang mendorong pasar menuju pertumbuhan 30% YoY dari hanya 6% di proyeksi sebelumnya. Samsung akan memulai tahun dengan Galaxy Z Trifold, memperkenalkan inovasi tri-fold kepada konsumen global mainstream.
Proyeksi Pasar Global 2026:
- Pertumbuhan YoY: 30% (naik dari proyeksi 6% sebelumnya)
- Total shipment diproyeksikan: ~26,8 juta unit
- Share pasar premium: Foldables akan merepresentasikan >10% nilai total pasar smartphone pada 2029
- Average Selling Price (ASP): 3x lebih tinggi dibanding smartphone standar
Francisco Jeronimo, Vice President of Client Devices di IDC, menyatakan bahwa peluncuran iPhone foldable pertama dari Apple akan menandai turning point untuk segmen foldable, karena Apple cenderung menjadi katalis untuk adopsi mainstream kategori baru. Apple diproyeksikan menguasai lebih dari 22% unit share dan 34% dari nilai pasar foldables di tahun pertamanya, dengan harga rata-rata sekitar $2.400.
Pertumbuhan ini kontras dengan pasar smartphone tradisional. Kategori foldable diperkirakan tumbuh dengan CAGR 17% hingga 2029, dibandingkan dengan kurang dari 1% untuk segmen smartphone tradisional. Data ini menunjukkan bahwa inovasi foldable menjadi driver utama pertumbuhan industri yang telah mencapai titik jenuh.
Galaxy Z Fold 8: Kandidat Pertama Layar Tanpa Crease

Saat mengunjungi instalasi Samsung Display di CES 2026, demo yang menampilkan panel creaseless perusahaan ditempatkan di samping “reference device” – yang tampak seperti foldable generasi saat ini – dan ada perbedaan yang jelas terlihat pada crease tersebut. Panel baru tidak memiliki crease yang terlihat sama sekali, bahkan saat dilihat dari sudut miring.
Meskipun Samsung tidak secara resmi mengonfirmasi bahwa panel ini akan digunakan di Galaxy Z Fold 8, kemungkinannya sangat besar. Samsung memamerkan panel tri-folding di MWC tahun lalu, dan itu berfungsi sebagai prekursor untuk Galaxy Z TriFold; ada kemungkinan tinggi bahwa Z Fold 8 mungkin mendapatkan panel creaseless baru ini.
Timeline Prediksi Galaxy Z Fold 8:
- Periode Peluncuran: Semester kedua 2026 (Juli-Agustus)
- Display Technology: Creaseless OLED dari demo CES 2026
- Kompetisi: Apple iPhone Fold diproyeksikan September 2026
- Posisi Strategis: First-mover advantage untuk creaseless display
Samsung dikatakan merencanakan untuk menyertakan display creaseless ini dalam Galaxy Z Fold 8, namun laporan ZDNet Korea menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Korea Selatan tersebut belum sepenuhnya memutuskan karena ada ekspektasi kenaikan harga di seluruh industri teknologi akibat lonjakan harga RAM.
Tantangan pricing menjadi pertimbangan serius. Display creaseless dengan metal plate berlubang laser membutuhkan biaya produksi lebih tinggi. Dalam konteks di mana Galaxy Z Fold 7 sudah mencapai hampir $2.000 di pasar AS, menambahkan teknologi premium ini bisa mendorong harga melewati threshold psikologis tersebut.
Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Samsung:
- Biaya produksi teknologi creaseless display
- Tekanan kenaikan harga komponen (RAM, chipset)
- Positioning kompetitif terhadap Apple iPhone Fold
- Feedback konsumen tentang willingness to pay premium
- Supply chain readiness untuk mass production
Keputusan final Samsung akan sangat mempengaruhi dinamika pasar foldable 2026, terutama dalam race melawan waktu untuk beat Apple dalam mengimplementasikan teknologi creaseless.
Implikasi untuk iPhone Fold: Apple sebagai Beneficiary
Aspek paling menarik dari demo Samsung di CES 2026 adalah implikasinya untuk produk kompetitor. Menurut laporan pada April tahun lalu, ada rumor bahwa Apple akan all-in dengan Samsung untuk display pada iPhone foldable pertamanya, dengan alasan breakthrough creaseless dari perusahaan tersebut yang tampaknya dikonfirmasi di sini.
Apple dikenal sangat perfeksionis dalam hal kualitas display. Apple telah sangat berhati-hati tentang memasuki pasar foldable phone, dan kualitas layar diyakini menjadi salah satu alasan terbesar untuk penundaan tersebut, dengan berbagai laporan menyebutkan Apple menginginkan display yang hampir bebas crease sebelum meluncurkan iPhone foldable-nya.
Strategi Apple vs Samsung:
| Aspek | Samsung | Apple |
| Timing | H2 2026 (Juli-Agustus) | Q4 2026 (September-November) |
| First-mover | Display creaseless | Market validation premium foldable |
| Risk | Technical issues & PR fallout | Ekspektasi tinggi dari userbase |
| Pricing | Pressure untuk tetap <$2000 | Latitude untuk $2400+ pricing |
| Advantage | Technology leadership | Premium brand perception |
Jika Samsung Display’s panel baru sebaik yang terlihat, panel tersebut bisa digunakan tidak hanya untuk foldable Samsung di masa depan, tetapi juga untuk iPhone Fold dari Apple. Skenario ini menciptakan dinamika unik di mana Samsung Display bisa menjadi enabler untuk produk yang akan berkompetisi langsung dengan hardware mobile division-nya sendiri.
Beberapa analis berpendapat bahwa membiarkan Apple menggunakan teknologi ini terlebih dahulu bisa menguntungkan Samsung dalam jangka panjang. Apple memiliki brand equity yang lebih kuat untuk absorb premium pricing dan potential technical issues di early adoption phase. Jika ada masalah dengan teknologi baru, Apple harus mengelola atau setidaknya berbagi PR fallout, daripada Samsung menghadapinya sendiri.
Tantangan Durabilitas dan Harga: Pertimbangan Kritis
Inovasi display creaseless membawa pertanyaan penting tentang durabilitas jangka panjang. Meskipun demikian, display baru tampaknya menjadi turning point utama untuk foldable phones, walaupun durabilitasnya masih harus dilihat. Metal plate dengan lubang laser, meskipun efektif mendistribusikan stress, perlu diuji dalam penggunaan real-world selama ribuan siklus lipat-buka.
Samsung Display mendemonstrasikan ketahanan panel OLED dengan cara dramatis di CES. Booth mereka menampilkan lengan robot yang berulang kali melempar bola basket ke ring dengan backboard yang terbuat dari 18 panel OLED foldable, dengan bunturan keras yang membuat eksekutif di dekatnya terlihat cemas. Demonstrasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan mitos tentang kerapuhan layar fleksibel.
Faktor Durabilitas Yang Perlu Dipertimbangkan:
- Siklus Lipat: Standar industri saat ini 200.000+ lipatan
- Stress Distribution: Metal plate harus konsisten mendistribusikan tekanan
- Material Fatigue: Micro-cracks pada screen protector dan OLED layers
- Environmental Factors: Debu, kelembaban, suhu ekstrem
- Drop Test: Ketahanan terhadap impact pada posisi terlipat vs terbuka
Aspek pricing menjadi tantangan signifikan lainnya. Galaxy Z Fold 7 mendapat kenaikan harga dibandingkan pendahulunya, dan di AS hanya berjarak satu sen dari angka $2.000, dengan Global Marketing Leader Wonjin Lee mengatakan kepada Bloomberg bahwa repricing produk sedang dipertimbangkan.
Teknologi display baru yang advanced ini kemungkinan akan memicu kenaikan harga, terutama ketika industri sudah menghadapi tekanan biaya dari komponen lain. Untuk pasar Indonesia, di mana price sensitivity lebih tinggi, ini bisa mempengaruhi adoption rate perangkat flagship foldable.
Strategi Mitigasi Harga:
- Trade-in programs dengan value lebih tinggi untuk perangkat lama
- Cicilan dengan tenor lebih panjang melalui partnership operator
- Bundling dengan ecosystem products (earbuds, smartwatch)
- Pre-order incentives untuk early adopters
- Positioning sebagai investment device dengan durabilitas superior
Ekosistem Foldable 2026: Kompetisi dan Inovasi
Pasar foldable 2026 bukan hanya tentang Samsung dan Apple. Foldable Huawei yang menjalankan HarmonyOS Next juga akan melihat pertumbuhan kuat, dengan shipment diperkirakan hampir dua kali lipat pada 2026. Kompetisi multi-brand ini mendorong inovasi berkelanjutan dan diversifikasi form factor.
Omdia memproyeksikan shipment smartphone foldable global akan melonjak 50% YoY pada 2026 setelah tetap flat di 17,2 juta unit pada 2025. Pertumbuhan eksplosif ini didorong oleh kombinasi faktor: improved hardware, kompetisi yang meningkat, dan flip-shaped devices yang menjadi lebih affordable.
Landscape Kompetitor 2026:
- Samsung: Z Fold 8 (creaseless), Z Flip 8, Z Trifold
- Apple: iPhone Fold (debut Q4 2026)
- Huawei: Mate series, Pura X dengan HarmonyOS Next
- Motorola: Razr series dengan competitive pricing
- Google: Pixel Fold 2 dengan integrasi AI mendalam
- Honor, Xiaomi, OPPO: Various book-style dan flip models
Form factor innovation bergerak beyond dua lipatan tradisional. Samsung’s Galaxy Z TriFold memperkenalkan teknologi display 10-inch yang melipat dua kali menjadi perangkat yang bisa dimasukkan saku. Manufacturer lain bereksperimen dengan tri-fold dan rollable displays sebagai testing ground untuk use case seperti mobile workstation dan portable entertainment system.
Untuk sebagian besar vendor, tujuan utama foldable adalah mendemonstrasikan kepemimpinan teknologi dan kekuatan R&D, dengan aspirasi volume dan profitabilitas langsung yang rendah, serta berupaya mencapai efek eksternalitas halo untuk brand dan marketing.
Foldables menjadi strategic lever untuk premiumization. Satu unit Galaxy Z Fold7 yang dijual pada harga list (sekitar $1899) menghasilkan revenue setara dengan sekitar 15 unit Galaxy A06 4G entry-level. Pada 2024, hanya 15% smartphone Samsung yang dijual di seluruh dunia dihargai di atas $1.000 (Galaxy S dan Z), namun perangkat ini menyumbang 44% dari shipment value yang mencengangkan.
Baca Juga 5 Teknologi AI Siemens Ubah Industri 2026
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Display Foldable Samsung
Apa keunggulan utama display creaseless Samsung yang dipamerkan di CES 2026?
Display creaseless Samsung menggunakan metal plate berlubang laser yang mendistribusikan stress secara merata saat layar dilipat, menghilangkan crease yang terlihat yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna foldable. Teknologi ini memberikan pengalaman visual seamless dengan teks dan gambar yang mulus melintasi area lipatan, serta kualitas viewing yang lebih konsisten dari berbagai sudut.
Apakah display creaseless ini akan digunakan di Galaxy Z Fold 8?
Meskipun Samsung belum mengonfirmasi secara resmi, kemungkinannya sangat besar berdasarkan pola historis perusahaan. Samsung memamerkan panel tri-folding di MWC tahun lalu yang kemudian menjadi prekursor Galaxy Z TriFold. Galaxy Z Fold 8 diproyeksikan diluncurkan semester kedua 2026 dan menjadi kandidat kuat untuk implementasi teknologi creaseless ini, meskipun keputusan final akan bergantung pada pertimbangan biaya produksi.
Bagaimana teknologi ini akan mempengaruhi harga foldable smartphone?
Display creaseless dengan metal plate berlubang laser membutuhkan biaya produksi lebih tinggi, yang kemungkinan akan mempengaruhi harga jual. Galaxy Z Fold 7 saat ini sudah mencapai hampir $2.000 di pasar AS, dan teknologi baru ini bisa mendorong harga melewati threshold tersebut. Untuk Apple iPhone Fold yang diproyeksikan $2.400, premium pricing lebih dapat diterima mengingat brand perception Apple. Strategi trade-in dan cicilan menjadi penting untuk mitigasi impact harga.
Apakah Apple akan menggunakan display Samsung untuk iPhone Fold?
Berdasarkan laporan industri, Apple dilaporkan akan bermitra dengan Samsung Display untuk panel foldable iPhone pertamanya. Apple sangat berhati-hati tentang kualitas display dan telah menunda entry ke pasar foldable hingga teknologi creaseless tersedia. Jika Samsung Display’s panel sebaik demo CES 2026, kemungkinan besar akan digunakan di iPhone Fold yang diproyeksikan diluncurkan Q4 2026.
Bagaimana durabilitas display creaseless dibandingkan dengan foldable generation sebelumnya?
Samsung mendemonstrasikan durabilitas dengan robot yang melempar bola basket ke backboard OLED foldable, namun durabilitas jangka panjang dalam penggunaan real-world masih perlu dibuktikan. Metal plate dengan lubang laser seharusnya lebih efektif mendistribusikan stress selama ribuan siklus lipat, tetapi aspek seperti material fatigue, resistance terhadap debu dan kelembaban, serta drop test performance masih perlu evaluasi comprehensive setelah mass production.
Kapan display creaseless ini akan tersedia untuk konsumen?
Samsung Display menyatakan bahwa panel yang dipamerkan adalah “konsep R&D tanpa timeline atau rencana komersialisasi yang tetap.” Namun, berdasarkan kesiapan produksi yang terlihat di demo CES dan timeline peluncuran Galaxy Z Fold 8 di semester kedua 2026, teknologi ini kemungkinan akan tersedia untuk konsumen mulai pertengahan hingga akhir 2026, baik di perangkat Samsung maupun potensial di iPhone Fold.
Bagaimana prospek pasar foldable smartphone di Indonesia?
Meskipun data spesifik untuk Indonesia terbatas, pasar smartphone Indonesia menunjukkan peningkatan minat terhadap premium devices. Dengan proyeksi pertumbuhan global 30% YoY untuk foldable pada 2026 dan kategori ini diperkirakan tumbuh CAGR 17% hingga 2029, Indonesia sebagai pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara memiliki potensi adopsi yang signifikan, terutama di segmen urban middle-upper class yang mencari diferensiasi teknologi.
Masa Depan Smartphone Foldable Tanpa Crease
Display creaseless Samsung yang dipamerkan di CES 2026 menandai milestone penting dalam evolusi smartphone foldable. Dengan metal plate berlubang laser yang mendistribusikan stress secara optimal, teknologi ini mengatasi salah satu keluhan terbesar pengguna foldable sejak generasi pertama. Galaxy Z Fold 8 menjadi kandidat kuat untuk implementasi pertama teknologi ini di semester kedua 2026, meskipun pertimbangan harga dan durabilitas masih menjadi faktor kritis.
Proyeksi pasar sangat optimis: pertumbuhan 30% YoY pada 2026 dengan total shipment mencapai ~26,8 juta unit global, didorong oleh entry Apple, inovasi Samsung, dan kompetisi intensif dari Huawei, Motorola, dan brand lainnya. Foldable akan merepresentasikan lebih dari 10% nilai total pasar smartphone pada 2029, dengan average selling price 3x lebih tinggi dibanding smartphone standar.
Action Plan untuk Konsumen dan Industri:
Untuk Calon Pembeli:
- Monitor announcement resmi Galaxy Z Fold 8 di Q2-Q3 2026
- Pertimbangkan trade-in program untuk maksimalkan value perangkat lama
- Evaluasi kebutuhan: apakah display creaseless worth the premium price?
- Tunggu early adopter reviews untuk durability assessment
Untuk Industri:
- Vendor perlu accelerate R&D untuk compete dengan creaseless standard
- Component suppliers harus scale production untuk meet demand surge
- Retailer dan operator perlu prepare financing options untuk premium pricing
- Developer aplikasi optimasi untuk seamless foldable experience
Teknologi creaseless bukan hanya tentang estetika yang lebih baik, tetapi fundamental shift dalam user experience foldable devices. Membaca artikel, menonton video, dan gaming akan terasa lebih natural tanpa distraksi visual di tengah layar. Kombinasi dengan under-display camera dan improvement pada durabilitas menjadikan 2026 sebagai turning point sesungguhnya untuk mainstream adoption foldable smartphone.
Samsung dan Apple, sebagai tech giants dengan resources terbesar, akan set new standard yang memaksa seluruh industri untuk follow. Bagi konsumen, ini berarti pilihan yang lebih baik, harga yang lebih kompetitif seiring waktu, dan form factor yang semakin diverse. Era smartphone foldable tanpa crease sudah dimulai di CES 2026—dan kita semua akan menjadi beneficiary dari inovasi ini.
Sumber Referensi
- Android Central – “CES 2026: Samsung shows off foldable display tech“
- Tech Advisor – “Samsung Creaseless Display at CES 2026“
- Android Authority – “Samsung’s new foldable display makes the crease disappear“
- International Data Corporation (IDC) – “Worldwide Foldable Smartphone Market Forecast 2026“
- Omdia – “Foldable smartphones moving into pivotal 2026”
- Counterpoint Research – “Global Foldable Smartphone Market Q3 2025“
- GSMArena – “Samsung showcases foldable display with no visible crease“
- Dataconomy – “CES 2026: Samsung Display Announcements“
- 9to5Google – “Samsung briefly showed off crease-less foldable display”
- Phandroid – “Samsung Creaseless Foldable Display at CES 2026“
