Inovasi Teknologi Teknik
Yusuf BomBom  

LG CNS dan Sinar Mas Hampir Rampungkan Data Center, Uji Coba Desember: Fakta, Angka, dan yang Belum Jelas


Ringkasan: LG CNS dan Sinar Mas menyiapkan data center patungan yang dijadwalkan masuk uji coba pada 1 Desember 2026. Fasilitasnya ditujukan untuk pelanggan eksternal. Lokasi, kapasitas, dan nilai investasi belum dibuka dalam wawancara terbaru, sehingga angka yang beredar di media perlu dibaca dengan hati-hati. Artikel ini memisahkan fakta terkonfirmasi, angka yang saling bertentangan, dan analisis kami.

Apa itu proyek data center LG CNS dan Sinar Mas?

Maket fisik arsitektur sebuah gedung pusat data berskala besar yang dipamerkan di atas meja rapat direksi.

Proyek ini adalah pusat data komersial hasil kerja sama LG CNS (Korea Selatan) dan Sinar Mas lewat perusahaan patungan LG Sinar Mas. Menurut President Director PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, dalam wawancara detikINET yang terbit 21 Oktober 2026, fasilitas ini hampir selesai dan masuk uji coba 1 Desember 2026. Ia tidak menyebut lokasi atau kapasitasnya.

Mengapa kabar uji coba 1 Desember 2026 penting?

Papan tulis putih di ruang rapat yang berisi grafik tulisan tangan mengenai proyeksi pertumbuhan pasar data center dan cloud di Indonesia.

Kabar ini penting karena Indonesia sedang berebut kapasitas pusat data yang siap untuk beban kerja berat. Saat joint venture dibentuk pada Maret 2024, LG CNS mengutip riset Gartner: pasar data center dan layanan cloud Indonesia diperkirakan naik dari 4,2 triliun won (sekitar US$3,1 miliar) pada 2023 menjadi 9,4 triliun won pada 2027. Itu setara pertumbuhan tahunan sekitar 23%.

Persaingan di Jakarta juga ketat. Data Center Dynamics mencatat Digital Edge, NTT, Princeton Digital, STT GDC, EdgeConnex, AWS, dan Equinix sudah hadir di ibu kota per Maret 2025. Pemain baru harus menawarkan sesuatu yang berbeda: kepadatan daya tinggi, pendinginan cair, atau jaringan pelanggan yang sudah siap.

Di sinilah LG CNS dan Sinar Mas mencoba masuk. LG CNS membawa pengalaman membangun dan mengoperasikan data center. Sinar Mas membawa jaringan bisnis dan pelanggan lokal. Mark menyebut kombinasi itu sebagai sumber sinergi, dan menegaskan fasilitasnya dibangun untuk melayani pelanggan lain, bukan untuk dipakai sendiri.

Konteks investasi nasional ikut mendukung. Dalam rangkuman kami atas realisasi investasi nasional semester I 2026, DKI Jakarta tercatat sebagai penerima investasi gabungan terbesar menurut data BKPM, yakni Rp173,9 triliun.

Linimasa proyek berdasarkan sumber

Tampilan jarak dekat buku catatan jurnalis yang berisi daftar tanggal dan peristiwa penting (linimasa) dari pembangunan pusat data komersial.

Tabel berikut merangkum tonggak yang bisa ditelusuri ke pemberitaan atau rilis perusahaan.

WaktuPeristiwaSumber
28 Maret 2024LG CNS mengumumkan perjanjian investasi dengan Sinar Mas untuk membentuk joint ventureKED Global
10 September 2024Penandatanganan joint venture LG Sinar Mas di Jakarta; proyek pertama disebut berada di kawasan KuningandetikFinance, Kontan
6 Maret 2025Groundbreaking SMX01, data center AI-ready di pusat bisnis JakartaSM+ lewat W.Media
6 Agustus 2025LG CNS mengumumkan kontrak senilai 100 miliar won untuk infrastruktur data center AI di JakartaKorea JoongAng Daily, Korea Herald
8 Mei 2026Topping off SMX01Kontan
Kuartal IV 2026Target ready for service SMX01SM+, LG Sinar Mas
21 Oktober 2026Mark Mansik Won menyebut uji coba dijadwalkan 1 Desember 2026detikINET, dikutip sejumlah media
1 Desember 2026Jadwal uji cobaPernyataan LG CNS Indonesia

Apa itu SMX01 dan apa hubungannya dengan LG CNS?

Papan informasi proyek konstruksi berwarna kuning yang terpampang di pagar lokasi pembangunan gedung data center di area perkotaan.

SMX01 adalah data center unggulan SM+ di kawasan pusat bisnis Jakarta. SM+ adalah perusahaan infrastruktur digital yang didukung Sinar Mas. Menurut rilis groundbreaking Maret 2025, SMX01 bernilai US$300 juta, berluas hampir 15.500 meter persegi, dan dirancang untuk hampir 2.400 rak di sembilan data hall.

Peran tiap pihak berbeda. SM+ mengembangkan fasilitas. Korea Investment Real Asset Management (KIRA) menjadi mitra investasi. LG Sinar Mas bertindak sebagai penasihat teknologi dan operator, menurut rilis yang sama.

LG CNS sendiri memegang kontrak pembangunan infrastruktur utama, termasuk pendinginan, listrik, dan telekomunikasi. Kontrak itu diteken lewat LG Sinarmas Technology Solutions dengan Kuningan Mas Gemilang (KMG), perusahaan patungan Sinar Mas dan KIRA. Nilainya 100 miliar won, sekitar US$72 juta.

Satu catatan penting dari kami. Dalam wawancara 21 Oktober 2026, LG CNS tidak menyebut nama fasilitas yang akan diuji coba. Kami menyimpulkan bahwa itu kemungkinan besar SMX01, karena target ready for service SMX01 jatuh di kuartal IV 2026 dan LG Sinar Mas terlibat langsung. Kesimpulan ini inferensi, bukan konfirmasi perusahaan.

Angka kapasitas dan investasi: mengapa berbeda-beda?

Tangan seorang analis memegang pena untuk menggarisbawahi perbedaan angka kapasitas dan nilai investasi pada dokumen laporan cetak.

Angka proyek ini beredar dalam beberapa versi. Perbedaannya sebagian besar berasal dari definisi yang tidak sama: kapasitas tahap awal versus kapasitas akhir, dan nilai kontrak versus nilai proyek.

AngkaYang dimaksudSumber dan waktuStatus
US$300 juta (sekitar Rp4,6–4,7 triliun)Nilai investasi proyekPengumuman September 2024 (detikFinance, Kontan); Kontan 2026 menyebut lebih dari US$300 jutaDiumumkan perusahaan
100 miliar won (sekitar US$72 juta)Nilai kontrak LG CNS untuk pendinginan, listrik, dan telekomunikasiKorea JoongAng Daily, Agustus 2025Bagian dari proyek, bukan totalnya
18 MW, 44.195 m², 11 lantaiRencana awal KMGKorea Economic Daily lewat DCD, 2024Laporan, belum terkonfirmasi
6 MW tahap pertama, 27 MW saat rampung, tahap kedua 20 MWKapasitas ITJuru bicara SM+ kepada DCD, Mei 2026Pernyataan perusahaan
18 MW beban IT, hampir 2.400 rak, dapat naik hingga 60 MW, hingga sekitar 130 kW per rakDesain modularKontan, wawancara COO LG Sinar MasPernyataan perusahaan; berbeda dari angka DCD
30 MW awal, naik hingga 220 MWRencana jangka panjang KMGRCR Wireless dan KED Global, Agustus 2025, mengutip pers lokalBelum terkonfirmasi perusahaan

Cara membacanya: untuk kapasitas, pegang pernyataan resmi SM+ sebagai acuan terdekat, yaitu 6 MW di tahap pertama dan 27 MW saat rampung. Angka 220 MW adalah rencana jangka panjang yang dilaporkan media, bukan kapasitas yang akan diuji coba Desember ini. Dan jangan menjumlahkan 100 miliar won dengan US$300 juta; keduanya mengukur hal berbeda.

Apa yang belum diungkap LG CNS?

Mark Mansik Won belum membuka empat hal utama. Menurut laporan beberapa media yang mengutip wawancara detikINET, keempatnya masih kosong per 22 Oktober 2026:

  • Lokasi fasilitas yang diuji coba
  • Kapasitas komputasi
  • Nilai investasi
  • Target dimulainya operasional komersial

Perbedaan antara uji coba dan operasi komersial juga perlu dicatat. Uji coba pada 1 Desember 2026 belum berarti pelanggan sudah bisa menempatkan server dalam skala penuh. Dalam rilis topping off, LG Sinar Mas dan SM+ memakai istilah RFS (ready for service), yang dijadwalkan kuartal IV 2026.

“AI-ready” tidak sama dengan klaster GPU milik LG CNS

Tampilan jarak dekat infrastruktur pendingin cair (liquid cooling) berupa pipa logam yang terpasang rapi di belakang rak server untuk menangani komputasi padat.

Kabar ini sering dibaca sebagai “data center AI”. Faktanya lebih bernuansa. SM+ menggambarkan SMX01 sebagai fasilitas yang dioptimalkan untuk beban kerja berkepadatan tinggi, dengan pendinginan cair dan daya andal. Itu menjelaskan label AI-ready.

Namun Mark menyatakan LG CNS belum punya rencana membangun data center AI berperforma tinggi dengan GPU sendiri di Indonesia. Perusahaan siap membantu pelanggan yang membutuhkannya, dan memiliki kerja sama global dengan NVIDIA di pengembangan data center AI.

Analisis kami: fasilitas ini lebih tepat dipahami sebagai gedung yang siap menampung perangkat berkepadatan tinggi milik penyewa. Pembeli dari perusahaan yang ingin melatih model sendiri perlu menanyakan siapa yang menyediakan GPU, bukan mengasumsikannya tersedia.

Pergeseran pusat komputasi AI ke Asia Tenggara sudah kami bahas di ulasan tentang pelatihan AI perusahaan China di data center Asia Tenggara. Proyek Jakarta ini menambah satu pilihan fisik di kawasan tersebut, tetapi belum membuktikan ada klaster GPU di dalamnya.

Teknologi yang disebut di balik proyek

Layar monitor di ruang kendali menampilkan perangkat lunak sistem pemantauan daya dan pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) untuk infrastruktur gedung.

Sumber yang tersedia menyebut beberapa komponen teknis. Semuanya berasal dari pernyataan LG CNS dan pemberitaan, bukan dari uji independen.

LG CNS menerapkan pendekatan “One LG”. LG Electronics menyumbang teknologi pendinginan data center. LG Energy Solution menyumbang sistem baterai untuk daya cadangan. Sistem isolasi seismik LG CNS, yang dirancang meredam getaran gempa, disebut ikut menentukan kemenangan kontrak, menurut Korea JoongAng Daily.

RCR Wireless melaporkan LG CNS juga mengembangkan teknologi internal dalam tiga tahap: optimalisasi pendinginan dan pendingin udara, pemeliharaan prediktif, dan integrasi pemantauan daya serta peralatan yang lebih luas. Prinsip pemeliharaan prediktif ini sama dengan yang dipakai di pabrik. Kami menguraikannya di panduan strategi predictive maintenance: sensor membaca kondisi peralatan, lalu data dipakai untuk memprediksi kegagalan sebelum terjadi.

Dari sisi arsitektur, pusat data besar jarang berdiri sendiri. Pabrik dan fasilitas industri memproses sebagian data di lokasi, lalu mengirim sisanya ke pusat data. Hubungan itu kami jelaskan di artikel tentang IIoT dan komputasi edge di smart factory. Ini keterkaitan konsep, bukan klaim bahwa proyek LG CNS melayani pabrik tertentu.

Bagaimana dengan Coretax?

Diagram arsitektur sistem basis data yang dicetak berdampingan dengan dokumen draf regulasi administrasi perpajakan nasional di atas meja kerja.

LG CNS juga disebut dalam pengembangan sistem administrasi perpajakan nasional Coretax senilai Rp1,23 triliun. Dukungan LG CNS mencakup infrastruktur, basis data, dan alih pengetahuan sesuai kontrak, menurut pemberitaan wawancara yang sama. Mark tidak mengaitkan proyek pusat data patungan dengan Coretax, jadi keduanya sebaiknya dibaca sebagai dua lini bisnis terpisah.

Cara menilai kesiapan data center baru sebelum menyewa

Tim IT perusahaan penyewa sedang berdiskusi serius sambil memeriksa dokumen Service Level Agreement (SLA) dan sertifikasi operasional dari penyedia data center.

Bagian ini adalah analisis praktis kami, bukan klaim dari LG CNS atau Sinar Mas. Langkah-langkah ini berlaku untuk fasilitas baru mana pun, termasuk yang masih berstatus uji coba.

  1. Tanyakan status resmi. Minta kepastian tertulis apakah fasilitas sudah RFS atau masih uji coba, dan kapan operasi komersial dimulai.
  2. Minta kapasitas per tahap. Pastikan berapa MW IT yang benar-benar tersedia sekarang, bukan hanya kapasitas akhir.
  3. Cek densitas per rak. Samakan kebutuhan Anda (kW per rak) dengan spesifikasi yang dijanjikan operator.
  4. Konfirmasi pendinginan. Tanyakan apakah pendinginan cair sudah terpasang sejak hari pertama atau menyusul di tahap berikutnya.
  5. Baca SLA dan sertifikasi. Mintalah dokumen sertifikasi yang berlaku dan komitmen ketersediaan yang tertulis dalam kontrak.
  6. Periksa konektivitas dan kepatuhan data. Pastikan pilihan operator jaringan, latensi ke lokasi bisnis Anda, dan kepatuhan terhadap aturan penyimpanan data.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan data center LG CNS dan Sinar Mas mulai uji coba? 

Menurut President Director PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, uji coba dijadwalkan 1 Desember 2026. Pernyataan ini muncul dalam wawancara detikINET yang terbit 21 Oktober 2026. Jadwal operasi komersial belum diumumkan.

Di mana lokasi data center ini? 

Wawancara terbaru tidak menyebut lokasi. Proyek patungan pertama LG Sinar Mas diumumkan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan SMX01 berada di pusat bisnis Jakarta. Kami menduga uji coba Desember mengacu ke SMX01, tetapi perusahaan belum mengonfirmasinya.

Berapa nilai investasinya? 

Tergantung yang dimaksud. Proyek SMX01 diumumkan bernilai US300juta.KontrakLGCNSuntukinfrastrukturbernilai100miliarwon,sekitarUS72 juta. Dalam wawancara Oktober 2026, LG CNS belum membuka nilai investasi.

Apakah ini data center AI dengan GPU? 

Fasilitasnya disebut AI-ready dengan pendinginan cair dan daya andal. Namun LG CNS menyatakan belum berencana membangun data center AI ber-GPU sendiri di Indonesia, meski siap membantu pelanggan yang memerlukannya.

Berapa biaya sewa di data center ini? 

Tarif belum diumumkan. Tidak ada sumber yang kami temukan memuat harga sewa rak atau kapasitas. Hubungi operator untuk penawaran resmi.

Kesimpulan

Fakta yang kokoh ada tiga: uji coba dijadwalkan 1 Desember 2026, fasilitas ditujukan bagi pelanggan eksternal, dan LG CNS belum membuka lokasi, kapasitas, maupun investasinya. Sisanya adalah angka dari tahap perencanaan yang berbeda-beda. Pembaca yang ingin mengambil keputusan sewa sebaiknya menunggu spesifikasi resmi setelah uji coba.

Sumber: